Bintang berdiri di atas bukit dengan sepedanya.Dia meremas-remas tangannya yang disertai keringat dingin. “Darrr..... “Hayo lama banget ya gue ?”. Carissa tersenyum meminta maaf.Bintang merebahkan tubuhnya di pohon besar dan Carissa pun mengikutinya. Mereka berdua sama-sama mendongak ke atas langit dan berbicara kepada diri mereka masing-masing. Akankah nanti mereka pergi dari dunia ini ?
“Lo
lagi inget orang tua lo ya?” Carissa merangkul kepala Bintang.
“Gue
takut Ca, gue hanya takut.” Bintang melepaskan satu butir air matanya,
dia merindukan orang tuanya.

