Sabtu, 19 Januari 2013

Penyesalan Vanya

Untuk lebih jelasnya, berikut cerpen sedih Penyesalan Vanya yang dimaksud diatas dan diharapkan pula kita dapat mengambil amanat yang disampaikan oleh penulis.

Penyesalan Vanya


 

Penyesalan

16 th yg lalu seorang ibu melahirkan anak perempuan yg sangat cantik, tetapi ketika anak itu lahir pada saat itu juga sang ibu meninggal. Dan suaminya yg bernama Pak Driya sangat kecewa atas kelahiran anak perempuanya itu, karena dia menganggap kematian istrinya disebabkan oleh kelahiran putrinya. Pak Driya memiliki 3 orang putri, tetapi Pak Driya hanya memanjakan 2 putrinya saja dan yang satunya lagi dia anak tirikan.
Pak Driya:Hey bangun. Udah jam berapa ini
Vanya:Ya Pa
Pak Driya:Dan ingat sebelum kamu berangkat ke sekolah, kamu harus nyapu, ngepel dan cuci baju dulu
Vanya:Ya Pa, Vanya ngerti
Rina (kakak ke 2 Vanya):Pa, Vanya udah bang.. Eh udah, Vanya kamu mau berangkat bareng kakak gak?
Pak Driya:Gak, gak boleh dia bisa berangkat sendiri ya kan?
Vanya:Ya, Pa
Irma (kakak ke 1 Vanya):Ko gitu sih Pa? Vanya kan adik kami juga..
Pak Driya:Pokoknya gak boleh, dia harus nyapu, ngepel, dan cuci baju dulu
Rina:Ya udah, Vanya kita berangkat dulu ya?
Irma:Yang sabar ya Vanya

Lalu mereka pun pergi. Di rumah Vanya mengerjakan semua pekerjaan yg diperintahkan papanya. Vanya bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Tetapi ketika sampai disekolah, gerbang sekolah sudah ditutup dan akhirnya Vanya terpaksa bolos lagi. "Aku terlambat lagi udah berulang kali aku terlambat. Aku takut untuk memberikan surat panggilan dari sekolah untuk papa" (ucap Vanya dalam hati). Vanya pun pulang. Ketika sampai dirumah kakak-kakaknya sudah pulang duluan.
Irma:Kamu baru pulang?
Rina:Ko tumben, biasanya kamu yang pulang duluan?
Vanya:Ya kak, tadi ada pelajaran tambahan
Irma:Oh ayo makan yuk. Kakak udah siapin buat kalian

Lalu Vanya pun makan dan tak lama Pak Driya pun pulang.
Vanya:capek ya Pa?
Pak Driya:Ngapain kamu nanya-nanya?
Vanya:Vanya mau kasih ini buat Papa

Dan ketika Pak Driya membaca surat panggilan dari sekolah itu.
Pak Driya:Bohong, tapi kenapa Papa harus dateng ke sekolah?
Rina:Udah pa, jangan dipukul lagi, kasian Vanya Pa

Lalu Pak Driya masuk ke kamar begitu pun Vanya.
Rina:Vanya, boleh kakak masuk?
Vanya:Ya, masuk aja gak dikunci ko ka
Rina:Emang ada apa sampe kamu dikasih surat panggilan dari kepala sekolah, ceritain dong sama kakak, kakak gak akan marahin kamu ko
Vanya:Habisnya, papa selalu nyuruh aku kerjain pekerjaan rumah sebelum aku berangkat sekolah, jadi aku sering terlambat
Irma:Emangnya kamu udah bolos berapa kali?
Vanya:Udah sering kak, kenapa sih Papa benci sama aku?

Lalu kakak-kakaknya menceritakan semua yg terjadi dan akhirnya Vanya pun mengerti, kenapa papanya sangat membencinya. Tetapi Vanya berfikir negatif dan dia dendam dengan papanya. Lalu hati Vanya pun berkata "Papa tega menyangka aku sebagai pembunuh mama. Tapi, baiklah kalau Papa ingin aku jadi pembunuh. Aku akan jadikan Papa orang yang pertama kali aku bunuh".

Ketika malam hari Vanya menaburkan bedak pada setiap anak tangga. Berharap papanya akan terjatuh dan meninggal. Dan ketika papanya mau turun ke bawah untuk sarapan.
Pak Driya:Aaaah..
Irma:Sepertinya suara papa
Rina:Ya kak, itu suara jeritan papa
Irma:Ayo kita liat

Ketika mereka menemukan papanya pingsan di lantai.
Rina:Pa.. Pa.. Papa kenapa?
Irma:Cepat panggil ambulan, dan kasih tau Vanya cepat

Mereka pun membawa Pak Driya ke rumah sakit. Akhirnya Pak Driya dapat tertolong. Vanya sangat kesal karena usahanya gagal. Vanya terus befikir cara untuk membunuh papanya. Beberapa hari kemudian Pak Driya pulang ke rumah dan langsung masuk ke kamarnya. Ia pun sadar bahwa ia terlalu kejam kepada Vanya. Kemudia ditulisnya sepucuk surat untuk Vanya yg diletakkan dilaci mejanya. Ketika Vanya membuat bubur untuk papanya. Dia mempunyai rencana untuk memasukan racun ke dalam bubur itu.
Vanya:Ini Pa buburnya, dimakan ya pa biar cepet sembuh
Pak Driya:Udah pergi sana

Setelah Pak Driya menghabiskan bubur itu, Pak Driya merasa kesakitan dan dia pun meninggal. Vanya langsung mengambil mangkuk bekas bubur itu untuk menghilangkan jejak. Lalu Irma masuk ke kamar papanya.
Irma:Pa..Papa bangun dong, Pa bangun Pa! Rinaa, Vanya ke sini
Rina:Ya kak, ada apa?
Irma:Papa
Rina:Papa kenapa kak, Papa kenapa?
Vanya:Pa..paaaa

Vanya sedih melihat kakak-kakaknya menangisi kematian papanya, Vanya menyesal membunuh papanya sendiri. Tak sengaja Vanya membuka isi laci meja dan melihat surat dan Vanya membacanya.

ISI SURAT:
Vanya, Papa sangat sayang sama Vanya.Tetapi, papa sedih karena kamu mirip mama. Maafkan Papa sayang, yg telah menyakitimu. Papa selalu ingin bisa membagi kasih sayang sama kamu tapi papa masih kecewa atas kematian Mama. Maafkan Papa Vanya.

Salam Cinta,
Papa

"Ternyata aku salah menilai Papa, Papa sangat menyayangiku" lalu Vanya menangis didekat papanya, dia sangat menyesal karena membunuh papanya yg justru sangat menyayanginya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar